Rabu, 22 Februari 2017

Pemberdayaan Petani Peternak

Pemberdayaan merupakan suatu kekuatan dalam diri manusia dan merupakan suatu sumber kreativitas yang ada dalam diri setiap orang secara luas tidak ditentukan oleh orang lain. Menurut Hikmat (2001), bahwa pemberdayaan peternak merupakan sebuah metode pemberdayaan masyarakat yang memungkinkan orang atau masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupannya atau suatu usaha dalam membantu orang biasa untuk meningkatkan lingkungannya dengan melakukan aksi kolektif dalam bidang ekonomi, penguatan social atau pengembangan sector non profit.
Pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan mengandung arti bahwa manusia ditempatkan pada posisi pelaku dan penerima manfaat dari proses mencarisolusi dan meraih hasil pembangunan. Dengan demikian maka masyarakat harus mampu meningkatkan kualitas kemandirian mengatasi masalah yang dihadapi. Upaya-upaya pemberdayaan masyarakat seharusnya mampu berperan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) terutama dalam membentuk dan merubah perilaku masyarakat untuk mencapai taraf hidup yang lebih berkualitas. Pembentukan dan perubahan perilaku tersebut, baik dalam dimensi sektoral yakni dalam seluruh aspek/sektor-sektor kehidupan manusia; dimensi kemasyarakatan yang meliputi jangkauan kesejahteraan dari materiil hingga non materil; dimensi waktu dan kualitas yakni jangka pendek hingga jangka panjang dan peningkatan kemampuan dan kualitas untuk pelayanannya, serta dimensi sasaran yakni dapat menjangkau dari seluruh strata masyarakat. Pemberdayaan masyarakat tidak lain adalah memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat agar mampu menggali potensi dirinya dan berani bertindak memperbaiki kualitas hidupnya, melalui cara antara lain dengan pendidikan untuk penyadaran dan pemampuan diri mereka (Karsidi, 2008). Selanjutnya Hendayana (2008), menyatakan bahwa pemberdayaan bertujuan untuk :
a)     meningkatkan kemampuan kelompok – kelompok masyarakat dalam berprakarsa                   untuk menangkap berbagai peluang ekonomi,
b)     mendorong tumbuhnya masyarakat swadaya yang siap berkembang sendiri dalam  mengatasi berbagai kendala/ kelemahan yang dimilikinya,
c)     memperkuat dan mengoptimalkan lembaga-lembaga formal dan informal di tingkat  perdesaan serta meningkatkan peran serta/pertisipasi masyarakat.
            

Permberdayaan petani peternak dapat dilakukan melalui pemberian pemahaman baik melalui penyuluhan maupun komunikasi antar-peternak agar mereka mampu memperbaiki sistem pengelolaan usaha peternakan sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu contoh bentuk pemberdayaan petani peternak ialah mengikutsertaka petani dalam pengambilan keputusan mengenai program pemerintah yang akan dijalankan menyangkut masalah peningkatan produktivitas peternakan seperti, mengajarkan peternak proses insiminasi buatan (IB), pengolahan sumber daya lokal (sisa hasil pertanian) sebagai bahan pakan berkualitas, pelatihan pemanfaatan sisa hasil peternakan menjadi pupuk dan sebagainya.

(Hardiyanto, 2007).



Selasa, 21 Februari 2017

Kearifan Pengelolaan Pangan Yang Habis Di Kerat Zaman

KEARIFAN PENGELOLAAN PANGAN YANG HABIS DIKERAT ZAMAN
lumbung padi, pemberdayaan masyarakat, pembibitan, pembibitan karet, pembibitan kelapa sawit, pengolahan kelapa sawit, petani desa, petani di sawah, lembaga pemberdayaan masyarakat desa, lumbung bagi masyarakat toraja, lumbung desa, lumbung pangan, pembibitan tanaman, pembibitan unggas, pengolahan lahan, penyuluhan pertanian menurut para ahli, pengolahan jagung, pengolahan kopi, pengolahan padi menjadi beras,hasil pengolahan buah jeruk,hasil pengolahan dari kentang,hasil pengolahan dari limbah organik,hasil pengolahan jagung adalah tepung,hasil pengolahan jagung di indonesia,hasil pengolahan jamur,hasil pengolahan limbah anorganik,hasil pengolahan limbah organik


Gambaran yang meperlihatkan para petani memanggul untaian padi menuju sebuah bangunan besar di pusat desa atau lumbung, telah menjadi potret klasik dunia pertanian dewasa ini. Kearifan lumbung semakin memudar. Padahal sistem lumbung bisa menjadi cara bertahan para petani dari krisis pangan, rentenir dan memenuhi kebutuhan benih.
Sistem lumbung sebagai pusat cadangan pangan, terutama di kawasan pedesaan, kini semakin sulit ditemukan. Sisa kearifan pengelolaan pangan itu terkikis oleh perubahan tuntutan hidup, dimana kepraktisan menjadi salah satu dasar perhitungan. Saat ini akses
perekonomian di pedesaan sudah cukup maju, sehingga kredit pedesaan dalam bentuk innatura mudah didapat dan banyak ragamnya. Keputusan pemerintah untuk mengambil alih fungsi lumbung dengan mendirikan BULOG, yang berperan sebagai “lumbung nasional”, semakin menyurutkan peran lumbung sebagai

Sebagai Community Enterprice

Lumbung Desa sebagai Community Enterprise
pemberdayaan lingkungan masyarakat,pembibitan alpukat,pembibitan anggrek,pembibitan anggur,pembibitan ayam,pembibitan ayam bangkok,pembibitan ayam broiler,pembibitan ayam joper,pembibitan ayam petelur,pembibitan bawang merah,pembibitan bawang putih,pembibitan belut,pembibitan buah,pembibitan buah naga,pembibitan buah tin,pembibitan buah zaitun,pembibitan bunga,pembibitan bunga anggrek,pembibitan bunga aster,pembibitan bunga mawar,pembibitan cabai merah,pembibitan cabai rawit,pembibitan cabe,pembibitan cabe jamu,pembibitan cabe jawa,pembibitan cabe merah,pembibitan cabe rawit,pembibitan cemara,pembibitan cengkeh,pembibitan coklat,pembibitan daun bawang,pembibitan daun seledri,pembibitan daun sop,pembibitan dengan biji,pembibitan domba,pembibitan domba ekor gemuk,pembibitan duku,pembibitan durian,pembibitan durian montong,pembibitan entok,pembibitan etawa,pembibitan eucalyptus,pembibitan euphorbia,pembibitan gabus,pembibitan gaharu,pembibitan gambir,pembibitan gelombang cinta

Lumbung Desa merupakan bentuk community enterprise dimana aktivitas usaha yang dilakukan adalah untuk mencari keuntungan dengan memaksimalkan hasilnya untuk perbaikan masyarakat dan lingkungannya. Oleh karena itu ada dua hal yang membuat Lumbung Desa dan aktivitasnya bisa berkelanjutan, yakni profit dan benefit.
Lumbung Desa (LD) tidak memilih salah satunya, profit atau benefit, tetapi memilih kedua-duanya. Bukan serakah, melainkan menawarkan konsep baru yang meramu antara profit dan benefit. Ini bisa jadi model baru dalam pengelolaan berkelanjutan.
Untuk itu LD diarahkan menjadi lembaga Community enterprise dimana profit dan benefit diramu dalam satu pengelolaan manajemen. Sebagian pihak mengatakan ini MUSTAHIL.Alasan-nya sederhana, bahwa mengumpulkan profit harus maksimal dan tidak boleh terganggu hal-hal lain yang merusak performance profesionalitas.
Padahal itu hanya dalih di balik greedy. Maka

Lumbung Desa Sebagai Penopang Petani Di Saat Paceklik

Lumbung Desa atau disebut juga Lumbung padi atau ada yang menyebutnya juga lumbung paceklik adalah solusinya. Budaya teramat luhur yang sudah terbentuk sejak ratusan tahun yang lalu kini sudah mulai luntur tertelan jaman. Jarang sekali petani bahkan pemerintah desa yang memikirkan pentingnya lumbung desa sebagai cadangan pangan saat paceklik.
Lumbung desa selain berfungsi sebagai cadangan pangan disaat paceklik juga mempunyai nilai-nilai kegotong royongan yang tinggi. Mereka (petani) sadar betul bahwa hidup ini harus dibangun dengan berwawasan hari esok sehingga mereka akan mempunyai jiwa menabung walaupun hanya berbentuk gabah. Namun jauh didalamya terkandung nilai

Senin, 20 Februari 2017

Sejarah Sinergi Foundation ^_^

Sejarah


pembibitan pala,pembibitan panili,pembibitan pepaya,pembibitan pinang,pembibitan pisang,pembibitan pisang kultur jaringan,pembibitan pohon zaitun,pembibitan pre nursery,pembibitan pucuk merah,pembibitan puyuh,pembibitan rambutan,pembibitan rambutan dari biji,pembibitan rangrang,pembibitan rimbang,pembibitan rosella,pembibitan rosella merah,pembibitan ruminansia,pembibitan rumput gajah,pembibitan rumput gajah mini,pembibitan rumput laut


Pada Mulanya
 
Pada 14 Oktober 2002, embrio Yayasan Semai Sinergi Umat didirikan oleh Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, yang sekaligus menjadi Ketua Dewan Pembina. Turut serta menandatangani akta Yayasan sebagai anggota Dewan Pembina, antara lain: H. Rachmat Badruddin (Pengusaha cum Ketua Dewan Teh Indonesia), H. Achmad Noe’man dan H. Erie Sudewo (Social Enterpreneur cum Pendiri Dompet Dhuafa Republika). Adapaun pendirian Yayasan tersebut disaksikan langsung di depan Notaris Evy Hybridawati Wargahadibrata, SH.
Dalam kiprahnya di tengah masyarakat, embrio Yayasan Semai Sinergi Umat telah memunculkan beragam aktivitas program pemberdayaan yang inspiratif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan santuan (Charity). Hal Ini tercermin antara lain dengan lahirnya: Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM), SFRescue, Sinergi dan Advokasi Bebas Rentenir, Ternakita, Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB), MyTeacher, Sekolah untuk Semua, juga Pesantren Teraphis. Dalam perkembangannya, lahir pula Lembaga Wakaf Produktif (WakafPro 99), Tabloid Alhikmah, Green Akikah, Sinergi Training Center dan